Metode harga
eceran.
Pemakaian
persediaan akhir dengan metode harga eceran mempunyai prosedur sebagai berikut
:
(a)
Tiap kelompok
yang dimiliki tetapkan dulu harga ecerannya.
(b)
Barang yang
dijual cari perbandingannya antara harga pokok dan harga eceran. Biasanya
dinyatakan dalam % ( prosentase ), yaitu :
|
Harga pokok
|
x 100 %
|
|
Harga eceran
|
(c)
Persediaan akhir
eceran diperoleh dari persediaan barang untuk dijual ada berapa / seharga
berapa dikurangi oleh yang terjual.
(d)
Persediaan
akhir menurut harga pokok ditetapkan oeh jumlah proses ( % ) dari hasil
perbandingan antara harga pokok dan harga eceran dikalikan jumlah persediaan
akhir eceran
Persediaan akhir eceran diperoleh dari :
Persediaan barang untuk dijual ada beberapa
dikurangi oleh barang yang dijual (penjualan)
Contoh menetapkan persediaan akhir memakai
Metode Taksiran Harga Eceran.
Data – data dari suatu perusahaan sebagai berikut
:
KETERANGAN HARGA
POKOK HARGA ECERAN
Persediaan awal Rp.
25.000,00 Rp.
35.000,00
Pembelian Rp.
65.000,00 Rp.
85.000,00
Penjualan menunjukkan Rp. 80.000,00
Ditanya : Berapakah Nilai Persediaan Akhir ?
Jawab :
KETERANGAN HARGA
POKOK HARGA ECERAN
Persediaan awal Rp.
25.000,00 Rp. 35.000,00
Pembelian Rp.
65.000,00 Rp. 85.000,00
Persediaan akhir ter-
sedia Untuk dijual Rp. 90.000,00 Rp.
120.000,00
Maka perbandingan Harga Pokok dan Harga Eceran =
|
Rp. 90.000,00
|
x 100 %
|
= 75 %
|
|
Rp. 120.000,00
|
Barang tersedia untuk dijual menurut harga eceran Rp. 120.000,00
Jumlah penjualan menunjukkan Rp. 80.000,00 (-)
Maka persediaan akhir harga eceran Rp. 40.000,00
Maka persediaan harga pokoknya = 75% x Rp. 40.000,00 = Rp. 30.000,00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar