Metode Laba Kotor
Dalam
metode ini perusahaan beranggapan / menganggap bahwa prosen ( % ) laba kotor
untuk dua ( 2 ) periode berturut – turut sama besarnya. Persediaan akhir
memakai laba kotor ditentukan :
(a)
Barang dijual
menurut Harga Pokok Pembelian dikuranggi oleh Harga Pokok Penjualan
(b)
Harga Pokok
Penjualan ditetapkan Penjualan dikurangi Laba Kotor.
Data – Data Perusahaan Memakai Metode Taksiran
Laba Kotor
KETERANGAN Tahun 1980 Tahun 1981
Persediaan awal Rp.
200.000,00 Rp.
250.000,00
Pembelian Rp.
400.000,00 Rp.
800.000,00
Retur pembelian Rp. 25.000,00 Rp. 30.000,00
Penjualan Rp.
750.000,00 Rp.
700.000,00
Retur penjualan Rp. 50.000,00 Rp.
Ditanya : Berapakah Nilai Persediaan Akhir tahun
1980 – 1981 ?
Jawab : Tahun 1980
Penjualan Rp.
750.000,00
Retur penjualan Rp. 50.000,00
(-)
Harga pokok penjualan :
Persediaan awal Rp.
200.000,00
Pembelian Rp.
400.000,00 (+)
Rp.
600.000,00
Retur pembelian Rp. 25.000,00
(-)
Rp.
575.000,00
Persediaan akhir Rp.
250.000,00 (-) ( yang terdapat
dipersediaan awal tahun 1981)
Laba kotornya Rp.
325.000,00
|
Prosennya :
|
Rp. 325.000,00
|
x 100 % =
46,42857142 = 46,28 %
|
|
Rp. 700.000,00
|
Tahun 1981 :
Persediaan awal Rp.
250.000,00
Pembelian Rp.
800.000,00 (+)
Rp.
1.050.000,00
Retur pembelian Rp. 30.000,00
(-)
Penjualan ……………………………………. Rp. 700.000,00
Laba kotor 46,28 %
x Rp. 700.000,00 = Rp. 32.396,00
(-)
Harga pokok penjualan ……………………….. Rp. 667.604,00
Maka persediaan akhirnya Rp. 1.020.000,00
Rp. 667.000,00
(-)
Contoh menetapkan persediaan akhir memakai metode
rata – rata terendah antara Harga Pokok Pembelian dan Harga Pasaran dilakukan
sebagai berikut :
a. Untuk setiap jenis barang / individu / masing –
masing unit
b. Untuk masing – masing kelompok
c. Jumlah seluruh persediaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar